Story of the day
Thursday,nov 13rd 2009
I wake up every morning with the big smiles on my face. Hehehe(mlesetin lagunya all american reject dikit). Hari yang membingungkan buatku mungkin. Tugas biokimia menunggu. Dikirim langsung jahh. Tapi,ternyata eh ternyata, tugas itu buat kelompok. Hah,udah susah-susah nyari,trus dikirim 2x pula(kesalahan teknis. Hehehe. Yang pertama belum kuberi nama. Padahal nama e-mailku bukan nama asliku. Jadi terpaksa ngirim lagi pake laptop temenku. Chandra muach muach....). dan tiba-tiba dosen berkata itu tugas kelompok. Macam mana pula.
Lalu,pulanglah aku dari kuliah dalam keadaan lemah,letih,lesu. Kemudian aku pun tertidur dalam keadaan panas,sesak dan bermandikan keringat. Karena kamar kosku itu sangatlah panas dan sumpek. Hosh,hosh......... Tak ada kipas angin,tak ada kipas manual. Serasa di padang pasir. (sahara……..kasihku…….). Dan tiba-tiba aku terbangun karena hapeku berbunyi “teng tong teng (de el el)i’ve always been the kind of girl...“ dan aku pun mengangkatnya dengan satu tangan saja. “halo,assalamu’alaikum…,”jawabku ramah. Dan pembicaraan pun terjadi antara aku dan si penelepon,yang setelah kuselidiki lebih jauh dari tulisan di layar,terbacalah “kakak new calling”. Dan kudengar kalo mbakku itu sedang menangis. Apa yang terjadi. Kita akan simak setelah pesan-pesan berikut ini. ^_^
Inti pembicaraan itu adalah kakakku,yang aslinya kakak sepupuku itu,putus cinta. Ada kebohongan dan pengkhianatan yang terjadi di sana ternyata. Karena aku nggak tega, yawda aku iya-iyain pas kakakku bilang mo nginep di kosku.
Jam 3. Aku beranjak mandi. Masih terlalu siang sih. Tapi untuk menghindari antri dan karena aku punya kewajiban lain yaitu mencuci baju setelah mandi,ya gitu deh. Tebak aja sendiri. (gak nyambung,kayakny ya?). Dan tiba-tiba saat jam sudah menunjukkan pukul 4 lebih,terdengar teriakan dari arah kamar mandi. “oglangan….” Jyeng,jyeng? Apa itu oglangan? Oglangan adalah suatu kejadian yang merugikan semua orang, yang paling tak disenangi ketika kita sedang menonton tv,lalu tiba-tiba ‘pet’ lampu mati. Yah, benar sekali. Oglangan bisa diartikan listrik padam. Padahal air di kamar mandi sudah habis. Nah lo, untung aja aku mandi pukul 3. Jadi, aku senyum-senyum senang, deh. Akakakakakak.
Hari makin beranjak sore. Langit semakin gelap. Kayaknya mau hujan,nih. Ternyata sangat membosankan terjebak di kos saat pemadaman listrik, cuaca mendung, dingin, kelaparan lagi. Tak ada yang lain yang bisa dilakukan selain melihat-lihat keadaan lalu lalang di luar. Fitrong mengajak aku sepeda santai lagi. Tapi, kakiku terlalu pegal untuk mengayuh sepeda lagi. Lagipula langit mendung, ntar kalo kehujanan di jalan gimana? Dan, ternyata hujan beneran. Kemudian, tiba-tiba datanglah kakak secara mak bedundug ke ke kosku dalam keadaan BASAH. Wow, what happened? Ya, karena kehujanan lah. Dan masuklah kami berdua ke kamarku. Then, she talked about her cried. Ternyata, pacarny mengkhianatinya dengan pergi ke diskotek. Ow,ow,ow,ow….
Tetapi, bukan kakakku namanya kalo nggak punya gantinya. Setelah dia mandi, dia pinjam hapeku untuk menelepon seorang lelaki. Katanya, dia adalh kakak kelasnya waktu sma gitu. Sekarang dah jadi polisi. Dia sengaja datang dari magelang ke sini karena saat mendengar kakakku menangis. Lalu, fitrong dan temen kosku satu lagi namanya ipul beli mie ayam. Pengen… Udah rencana kami sih untuk beli mie ayam kalo udah mendekati saat pulang ke rumah. Karena ada kakakku yang ke situ yawda,aku nggak ikut. Paling ntar makan di luar ditraktir kakakku. Ternyata benar aja. Setelah aku melaksanakan shalat Maghrib, aku keluar dengan kakakku.
Kami bingung mau beli apa. Aku juga nggak pernah keluar dari kos sih. Sebelumnya kami mau beli steak. Tapi, kan steak nggak ada nasinya. Tapi, kakakku ngomong kalo nanya aja dulu. Eh, ternyata nggak ada beneran. Karena nggak menyediakan nasi, kami keluar dengan pedenya. Padahal waitressnya dah siap-siap nyatet,tuh. Hahaha….. Akhirnya, kami menemukan warung makan ayam bakar di pinggir jalan. Dan makan lah kami di situ.
Pas kakakku mau parkir motor, ada 2 lelaki mencurigakan. Kesannya ngikutin kami gitu.. Karena pas kami belok,mereka ikutan. Perutku mulai berbunyi. Lapar, niyyyy. Warung lesehan itu masih sepi. Cuma ada aku dan kakakku saat kami duduk. Lalu 2 lelaki yang mencurigakan tadi ikutan duduk, tapi di sebelah meja kami. Kuliat deh tuh cowok dari atas sampai bawah. Yang satunya tubuhnya gede tinggi macem preman kesepian gitu yang satunya berpostur biasa. Yang gede kan di timurku pas tuh. Eh, pas dia duduk tuh celana dalemnya keliatan. Ijo kalo nggak salah. Anaknya kolor ijo mungkin. Aduh, kukirain tentara gitu. Tapi, setelah kuliat nggak deeeeeeh kayaknya. Masih jauuuuh. Menurut pendapatku niy cowok asline nakal, tapi nakalnya orang berada. Dan, ternyata…………
Hujan deras.
Kakakku mengambil helm yang ada di motor untuk dibawa ke dalam. Kakakku mengambil sandalnya yang terletak di samping cowok-cowok itu dengan sedikit melirik ke cowok-cowok itu. Macam mana pula. Setelah helm kami diambil, kakakku duduk kembali dan meletakkan sandalnya di dekat kami. Suddenly, cowok yang kolor ijo, meminjam sandal kakakku. Nggak nyadar kali tuh orang kalo kakinya gede. Tapi, dia maksa aja. Lalu, pembicaraan kakakku dan cowok gede itu pun dimulai.
Si kolor ijo nanya-nanya kakakku dari mana mau ke mana. Nanya rumah segala lagi. Aku cuma mendengarkan dengan tertawa kecil kalo ada hal yang lucu. Dan kadang-kadang nyambung-nyambungin ke pembicaraan mereka berdua. Cowok itu nanya-nanya tempat-tempat yang kayaknya nggak baik,deh. Nakal gitu. Seperti diskotek, tempat bilyard dsb. Si kolor ijo mengajak kakakku lagi. Dan tanda tanya 3 buah berdiri di atas kepalaku. Kakakku berusaha menolak. Dia maksa terus lagi. Sampai akhirnya mati lampu. Aduh, makin deg-degan aku. Cuz, di warung itu cuma ada aku,kakakku,dan 2 cowok tadi dan penjaga warung pastinya. Wah,gimana makannya niy kalo gelap-gelapan gini? Gak keliatan dunkz makanannya. Dan,pemilik warung pun menyalakan lilin. Tetep aja hanya membantu dikit.
Tak lama kemudian,temen kakakku yang dari magelang tadi dateng dengan membawa lilin dan……….WAFER. Yes, aku dan dengan mewakili kedua temen kosku yang dari tadi menggerecokiku untuk bawa oleh-oleh pas pulang,bersorak. Dan pas kami pulang aku dikasih tau kakakku tadi kalo cowok kolor ijo tadi meninggalkan nomor telepon dititipin ke ibu-ibu penjualnya. Hahahahaha. Akhirnya, kakakku nggak jadi nginep di kosku. Dan,malam pun menjelang. Aku tidur setelah curhat dengan si fitrong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar