i used to think that my life was so unhappy.
dia cowok yang aku harapkan lebih buat jadi seseorang yang berarti buat aku ternyata emang bukan buat aku.
last night would be the last time i send a message for him.
aku ingin menangis saja (lagi).
aku masih sangat mengharapkan dia untuk kembali padaku. bercanda lagi seperti dulu, sms-an tiap menit kayak orang pacaran. uft,aku rindu saat-saat 2 bulan itu. pertama kali kita kenalan itu seperti awal yang indah bagiku. aku sangat berharap lebih pada kelanjutan dari sms-sms itu.
tapi, nggak ada. sms itu hanya sebatas sms sajah. dia bahkan nggak pernah mengajak aku ketemuan. telfon pun dia nggak pernah. apalagi telfon, dia aku telfon aja nggak pernah sekalipun diangkat. aku terus-terusan berfikir sebenarnya kita ini apa sih?
DAN ........
hari itupun tiba. hari di mana aku pun akhirnya tahu apa sebenarnya jawaban dari pertanyaan-pertanyaaan yang selama ini bersarang di fikiranku. Kenapa dia sekarang udah nggak sms aku lagi. Kenapa dia begitu cuek padaku, jawabannya adalah
"dia sudah punya pacar!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
dan tinggallah aku sendiri tanpa ada harapan hidup sama sekali.
congratulations.!!!!!!!!!!!!!
dia orang pertama yang berhasil membuatku nangis berhari-hari. dasar angin.
aku masih menyimpan harapan sama dia untuk kembali padaku.
aku masih belum bisa terima dia sudah punya pacar.
kenangan-kenangan itu begitu indah. begitu berkesan. begitu indah untuk dilupakan.
walo hanya 2 bulan kami sempat dekat, tapi itu sangat berarti untuk aku. entah itu cinta atau bukan.
aku tak akan pernah bisa ngelupain dia.
aku tak akan sanggup.
it's so hard to me. it's killing me inside.
apalagi saat kemaren aku menanyakan mengapa dia sudah nggak pernah sms aku lagi.
dan alasannya adalah
"karena aku takut dia marah"
dan ku katakan saja kalo aku nggak akan pernah sms angin lagi karena "takut dia marah".
angin minta aku jangan ngomong kayak gitu. angin merasa nggak enak ma aku.
kalo dia nggak pengen ngerasa nggak enak ma aku, harusnya dulu dia nggak usahlah kenal sama aku. nggak usah repot-repot sms aku segala, kalo akhirnya emang bakalan pahit kayak gini.
aku ingin menghalau rasa sakit hati ini. tapi mengapa begitu susah melakukannya.
sulit banget melakukannya.
entah sampai kapan aku akan terus menderita karena perasaan ini.
entahlah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar